Gaji pertama cair. Tangan gatal pengen beli ini itu. Sepatu baru, gadget baru, atau sekadar traktir teman-teman makan di tempat hits. Gue ngerti banget rasanya. Dulu waktu pertama kali nerima transferan gaji, gue langsung belanja barang yang sebenernya nggak gue butuhin. Dua minggu kemudian nyesel.
Nah, kalau kamu lagi di fase itu—baru kerja, baru pindah kos, baru belajar ngatur duit sendiri—gue punya saran yang mungkin kedengeran agak nekat: pakai sebagian gaji pertamamu buat jalan-jalan. Tapi bukan jalan-jalan sembarangan. Bukan liburan resort atau staycation di hotel berbintang. Gue mau kasih kamu rencana sederhana 7 hari menjelajah Jawa dengan budget yang masih masuk akal buat kantong anak baru kerja.
Kenapa Jawa? Karena infrastrukturnya rapi, transportasi umum gampang, dan kamu bisa ngerasain banyak hal berbeda dalam waktu singkat. Dari kota tua, gunung, pantai, sampai kuliner kaki lima yang bikin kangen.
Hari 1-2: Jakarta, Kota yang Nggak Pernah Tidur (Tapi Kamu Harus Tetap Hemat)
Kalau kamu tinggal di Jabodetabek, ini titik start yang paling praktis. Tapi jangan langsung ke mall atau cafe mahal. Coba mulai dari Kota Tua. Sewa sepeda ontel, keliling area Fatahillah, masuk museum, foto-foto di depan gedung-gedung kolonial. Tiket masuk museum cuma sekitar lima sampai sepuluh ribu rupiah. Serius, segitu doang.
Makan siang? Jangan ke restoran. Cari kerak telor atau ketoprak pinggir jalan. Malam harinya, jalan kaki di sekitar Monas atau naik TransJakarta ke Sudirman. Nikmatin lampu kota tanpa harus ngeluarin duit. Tidur di hostel daerah Jalan Jaksa atau Cikini. Harga per malam mulai dari 80 ribu sampai 150 ribu. Kamu bakal ketemu backpacker dari berbagai negara, dan itu pengalaman tersendiri.
Tips transportasi dari Jakarta
- Beli tiket kereta api jauh-jauh hari lewat aplikasi. Harga bisa jauh lebih murah.
- Pilih kereta ekonomi atau bisnis, bukan eksekutif, kalau budget kamu ketat.
- Bawa botol minum sendiri. Isi ulang di stasiun atau hostel.
Hari 3: Bandung, Udara Dingin dan Dompet Tetap Aman
Naik kereta pagi dari Jakarta ke Bandung, sekitar tiga jam. Begitu sampai, langsung cari penginapan di daerah Braga atau sekitar Jalan Asia Afrika. Hostel di sini banyak yang di bawah 150 ribu per malam.
Hari pertama di Bandung, jangan langsung ke Lembang yang penuh turis. Coba jalan kaki di Braga, nikmatin arsitektur art deco-nya. Mampir ke kafe tua yang masih original, pesan kopi tubruk dan pisang goreng. Sore hari, naik angkot ke Dago atau Dipatiukur. Kulineran di sana murah banget. Batagor, siomay, surabi, semua ada.
Kalau kamu punya waktu lebih, naik gunung Tangkuban Perahu dari terminal Ledeng. Tapi siap-siap baju hangat, karena dinginnya lumayan bikin gigi gemeletuk.
Hari 4-5: Yogyakarta, Kota Pelajar yang Ramah di Kantong
Dari Bandung ke Yogyakarta, naik kereta sekitar tujuh sampai delapan jam. Ini perjalanan paling panjang dalam rencana ini, jadi pastikan kamu bawa bantal leher dan camilan. Sampai di Jogja, langsung menuju penginapan di daerah Sosrowijayan atau Prawirotaman. Banyak hostel murah dengan sarapan gratis.
Hari pertama di Jogja, sewa sepeda atau motor (kalau punya SIM). Keliling Malioboro, masuk Keraton, main ke Tamansari. Makan malam di Gudeg Yu Djum atau warung gudeg kaki lima. Harganya beda jauh, rasanya sama-sama enak.
Hari kedua, bangun pagi-pagi buta dan berangkat ke Borobudur atau Prambanan. Kalau kamu pelajar atau mahasiswa, bawa kartu identitas. Ada diskon tiket masuk yang lumayan. Sore hari, duduk-duduk di Alun-Alun Kidul, coba masangin (jalan di antara dua beringin) yang katanya bikin permohonan terkabul. Nggak percaya? Nggak apa-apa, tetap seru buat konten.
Jogja itu kota yang bikin kamu pengen tinggal lebih lama. Tapi ingat, uang kamu terbatas. Jadi jangan kalap beli oleh-oleh di hari pertama.
Hari 6-7: Malang dan Bromo, Penutup yang Bikin Merinding
Dari Jogja, naik kereta ke Malang. Sekitar enam jam. Malang itu kota yang adem, banyak kafe murah, dan udara sejuk. Coba kulineran di sekitar Jalan Ijen atau Soekarno-Hatta. Malam harinya, istirahat cukup karena besok kamu harus bangun jam dua pagi.
Iya, jam dua pagi. Karena perjalanan ke Bromo biasanya dimulai dini hari. Kamu bisa ikut open trip dari Malang dengan harga sekitar 300-400 ribu per orang. Itu sudah termasuk jeep, tiket masuk, dan guide. Kalau mau lebih murah, naik bus umum ke Probolinggo lalu sewa jeep bareng traveler lain. Tapi ini lebih ribet dan butuh keberanian ekstra.
Nunggu sunrise di Penanjakan itu momen yang bikin kamu lupa semua capek. Dinginnya menusuk, tapi pemandangan gunung berapi yang muncul perlahan dari balik kabut bikin merinding. Setelah itu, turun ke lautan pasir, naik ke kawah Bromo. Selesai semua, kamu bisa balik ke Malang atau langsung ke Surabaya buat pulang.
Perkiraan budget kasar
- Transportasi kereta (Jakarta-Bandung-Jogja-Malang): sekitar 400-600 ribu
- Penginapan 6 malam (hostel): sekitar 600-900 ribu
- Makan dan jajan: sekitar 300-500 ribu
- Tiket masuk wisata dan open trip Bromo: sekitar 400-500 ribu
- Cadangan darurat: 200 ribu
Totalnya sekitar 2-2,7 juta rupiah. Masih jauh lebih murah daripada beli gadget baru yang setahun lagi sudah ketinggalan zaman.
Gue sendiri pernah ngejalanin rute mirip ini waktu awal kerja dulu. Dan sampai sekarang, yang gue inget bukan barang apa yang gue beli, tapi momen duduk di pinggir jalan Malioboro sambil makan gudeg, atau kedinginan di Penanjakan sambil ngobrol sama orang yang baru dikenal. Barang bisa hilang, pengalaman nggak.
Jadi, gimana? Masih mau habisin gaji pertama buat hal yang cuma bikin seneng seminggu? Atau mau coba sesuatu yang bakal kamu ceritain bertahun-tahun kemudian?